Bandoeng, 13/2/2016

Meneer dan Mevrouw jang baik,

Hari ini saja berada di Bandoeng lagi, setelah sekian tahoen tidak menginap di kota jang pernah saja tjintai ini. Saya dapet hotel di daerah Toebagoes Ismail, tempatnja agak ke dalem dan terpentjil.

Lepas magrib saja memoetoeskan djalan kaki ke Toebagoes Ismail Raja, makan di waroeng makan padang terdekat dan landjoet djalan kaki lagi sampai Dago. Tadinja saja hendak memesan odjek online, tapi entah kenapa mood saja sedang ingin berdjalan. Sesampai di Djalan Djoeanda, saja oeroengkan niat oentoek langsoeng pergi ke arah Djalan Merdeka. Saja masoek ke daerah Tjisitoe lewat djalan sempit dan gelap samping Poesair itoe. Soedah bertahoen-tahoen saja tidak lewat sini, Meneer dan Mevrouw, rasanja tidak banjak beroebah sampai achirnja saja memilih djalan loeroes jang temboes ke Asrama Kidang Panandjoeng (saja masih ingat namanja!). Dari sini saja djalan lagi, loeroes ke atas, dan baroe sadar saja melewatkan Tjisitoe Lama IX. Saja balik badan, belok ke IX. Mesdjid itoe masih tetap, hampir tak beroebah. Di depan mesdjid, seboeah kosan jang….. tidak saja kenali lagi. Bangoenannya soedah dirombak total mendjadi doea lantai, dengan desain depan jang djaoeh lebih modernist daripada terachir saja lihat. Saja mengamatinja dari djalan di depan, tanpa keberanian oentoek mengetoek pagar dan memanggil seseorang di dalam sana.

Saja landjoet djalan ke Tjisitoe Lama dan dalam hati sadja berkata kepada diri saja sendiri, “Ini baroe”, “ini lama”, “ini beroebah”. Warnet langganan saja doeloe soedah beroebah mendjadi waroeng. Tempat persewaan boekoe dan komik jang doeloe sering saja koendjoengi beroebah mendjadi tempat photocopie. Qwords masih ada. Boeboer katjang idjo masih tetap di sitoe. Tempat tjoekoer ramboet di seberang LIPI poen beroebah mendjadi….. entahlah, saja tak ingat.

Meneer dan Mevrouw,
Tadi saja ke toekoe boekoe di Djalan Merdeka. Pengemis wanita jang bergintjoe merah itoe masih ada di sana! Dia nampak….. lebih toea dengan beberapa oeban di ramboetnja. (saja terachir melihatnja bertahoen-tahoen jang laloe). Saja beri sedikit oeang jang ada di sakoe tjelana saja.

Setelah saja mendapatkan apa jang saja tjari, toko boekoe ini ternjata djoega menjediakan lajanan pemboengkoesan kado. Saja tjoba, dan saja amati gadis jang memboengkoes dan mempitai kado terseboet. Tangannja soenggoeh terampil dan tjaranya bekerdja memboeat saja kagoem. Dia bertanja kepada saja apakah ini hadiah Valentine oentoek kekasih saja, saja katakan boekan.

Ada sedikit kesedihan ketika saja berdjalan di Tjisitoe, Meneer dan Mevrouw. Tetapi saja tidak menjangka melihat seseorang bekerdja memboeat sesoeatu jang indah bisa memboeat hati saja sedikit bergembira. Dan saja poelang ke hotel dengan hati jang gembira.

Selamat hari Valentine, djika Meneer dan Mevrouw merajakan. Djika tidak, saja doakan semoga Meneer dan Mevrouw selaloe saling mengasihi.

 

[disunting seperlunya dari posting di Path]

Advertisements

Ledakan di Sarinah, 14/1/16

Meneer dan Mevrouw jang baik,

Hari ini, 14/1/16, telah terdjadi seboeah ledakan di politiepost Sarinah, tidak djaoeh dari kantor poesat djawatan di mana saja sedang mengabdi. Saja tidak ditoegaskan di sana, djadi saja baik-baik sadja. Saja menelefoon iboe saja di kampoeng, saja kabarkan saja baik-baik sadja dan minta beliaoe tidak panik ketika menonton televisie hari ini. Beliaoe adalah orang jang sangat mengchawatirkan saja selama saja djaoeh dari roemah. 

Saja hoeboengi beberapa teman di Djakarta, alchamdoelillah mereka baik-baik sadja. Mevrouw Fatima, salah satoe sahabat baik saja, terdjebak di dekat lokatie kedjadian dan tidak bisa ke mana-mana. Saja minta dia diam di sitoe sampai semoeanja klaar dan poelang dengan hati-hati. Semoga dia tidak kehabisan makanan dan minoeman. Saja hoeboengi djoega Meneer Yudhi, sahabat saja di djawatan ini. Goesti, dia sedang berada di kantor poesat pagi ini! Dia bilang baik-baik sadja dan sedang dalam perdjalanan ke loear dari lokasie. Djaka, Disty, Lendra dan teman-teman mortals, Fara, Ohok, Emmy, Ummu, semoeanja baik-baik. Saja hoeboengi Kanaya, teman baroe saja jang dokter, dan lama sekali saja tidak mendapat balasan. Lepas siang dia membalas dan bilang tadi sedang ada operatie, dia baik-baik djoega. Sjoekoerlah. 

Meneer dan Mevrouw,
Saja batja dari berita ada 7 orang meninggal dan 19 loeka-loeka dari kedjadian terseboet. Soenggoeh hal ini mengojak-kojak batin saja. Dalam beberapa lama terachir ini kami menikmati kehidoepan jang tenang tanpa terror ataoepoen bom-bom. Sampai kemoedian terdjadi pagi ini! Ingin sekali saja marah dan mendjedjalkan sesoeatoe ke moeloet orang-orang jang meneror itoe. Mendjalankan hidoep jang tenang dan mentjari penghidoepan tanpa rasa takoet adalah hal jang seharoesnja mendjadi hak setiap orang jang beradab. Dan orang-orang zeelot itoe berfikir bisa mereboetnya begitoe sadja dari kami. Kami tidak takoet karena kami boekan bangsa para pengetjoet. Kami bisa membangoen lagi. Kami bisa mendjadi lebih koeat lagi bersama-sama. 

Ada hal lain jang saja sadari hari ini, Meneer dan Mevrouw. Di doenia ini ada orang-orang jang tidak pedoeli dengan keberadaan kita. Mereka tidak maoe taoe apakah kita selamat, hidoep, ataoe bahkan soedah tak bernjawa. Ironisnja, kita merasa mengenal baik orang-orang seperti itoe, orang-orang jang doeloe pernah mendjadi bagian dari hidoep kita. Ach, penilaian kita seringkali tidak accuraat. Semoga mendjadi peladjaran.

Harapan saja semoga tidak ada lagi terror dan bom. Salam dari pinggiran Djakarta.

 

[disunting seperlunya dari posting di Path]